Rumah Qur’an Griya Winoto
Program HQ4T, Metode Unik Menghafal Al-Qur’an
Salah satu program unggulan Rumah Qur’an Griya Winoto adalah HQ4T, metode menghafal Al-Qur’an melalui tulisan yang mengintegrasikan tilawah (membaca), tafhim (memahami), tahfizh (menghafal), dan tathbiq (mengamalkan). Metode ini terinspirasi dari perjalanan Ustadz Farid Nur Rahman bersama KH. Ali Nurdin, Bu Nyai Maimunah, dan Pak Dewo (Direktur Sekolah Al-Falah Jakarta Timur) ke Markaz Qolam wa Lawh di Maroko. Di sana, mereka menemukan metode santri menulis ayat Al-Qur’an di papan kayu untuk memperkuat hafalan.


Education
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Professional
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Research
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Management
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
About Us
Great History
Pesantren Nurul Qur’an cabang yang ke 3 bertempat di Bumi Eraska, Jatiraden, Jatisampurna, Bekasi. Cabang yang ke 3 ini diberi nama Rumah Qur’an Griya Winoto yang berdiri atas saran KH. Dr. Ali Nurdin, MA. Kisah ini bermula ketika Dr. Ali Nurdin, MA mengisi kajian di Pertamina. Seusai kajian, Yogi Sunarko, salah satu karyawan Pertamina, meminta saran terkait rumah kosong milik almarhum pamannya, Pak Hadi Winoto, yang tak terurus sejak 2015. Dr. Ali Nurdin, MA menyarankan agar rumah tersebut dijadikan Rumah Qur’an sebagai amal jariyah untuk almarhum. Karena itu, rumah tersebut dinamai Rumah Qur’an Griya Winoto untuk mengenang nama almarhum.


Programs
Rumah Qur’an Griya Winoto
Salah satu program unggulan Rumah Qur’an Griya Winoto adalah HQ4T, metode menghafal Al-Qur’an melalui tulisan yang mengintegrasikan tilawah (membaca), tafhim (memahami), tahfizh (menghafal), dan tathbiq (mengamalkan). Metode ini terinspirasi dari perjalanan Ustadz Farid Nur Rahman bersama KH. Ali Nurdin, Bu Nyai Maimunah, dan Pak Dewo (Direktur Sekolah Al-Falah Jakarta Timur) ke Markaz Qolam wa Lawh di Maroko. Di sana, mereka menemukan metode santri menulis ayat Al-Qur’an di papan kayu untuk memperkuat hafalan.




Vision
Integrasi dengan Jurnal Qur’an dan Kehidupan Sehari-hari
HQ4T tidak hanya berfokus pada hafalan dan tulisan, tetapi juga melalui Jurnal Qur’an. Santri diwajibkan membuat jurnal setiap satu halaman Al-Qur’an yang dihafal. Jurnal tersebut diklasifikasikan dalam lima topik utama: Akidah, Akhlak, Sirah, Fikih, dan Sains. Jika santri telah menghafal 30 juz, mereka akan memiliki 600 jurnal sebagai pendalaman makna Al-Qur’an.
Selain itu, santri juga dibekali keterampilan hidup seperti memasak, menyetir, berkebun, hingga memijat sebagai bagian dari penerapan Living Qur’an. Dengan begitu, santri tidak hanya hafal dan paham makna Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

