Wisuda Khatmil Al-Qur’an ke-IX 2026 Pesantren Nurul Qur’an Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna

Wisuda Khatmil Al-Qur’an ke-IX Pesantren Nurul Qur’an Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna

               Wisuda Khatmil Al-Qur’an ke-IX Pesantren Nurul Qur’an yang diselenggarakan pada Minggu, 19 Juli 2026, berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh keberkahan. Kegiatan yang dipimpin oleh Ustadz RM. Daffa Fadhila Ihsany, SQ., S.Ag. ini dihadiri oleh lebih dari 500 tamu undangan, wali santri, serta masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Pada tahun ini, prosesi wisuda terdiri atas tiga kategori, yaitu Wisuda 30 Juz bin Nadzar, Wisuda Kelas IX Madrasah Nurul Qur’an, dan Wisuda 30 Juz bil Ghaib yang menjadi puncak acara.

               Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh dan tamu kehormatan, di antaranya Khadim Ma’had Pesantren Nurul Qur’an, Dr. KH. Ali Nurdin, M.A.; Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Dr. KH. Mu’tashim Billah, SQ., M.Pd.I.; Staf Kementerian Agama, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D.; Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, H. Abdul Aziz Sidqi, M.A.; serta Pengasuh Pondok Pesantren Elsiq, Dr. KH. Ahmad Husnul Hakim, M.A. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi kehormatan sekaligus bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an.

               Alhamdulillah, peserta yang mengikuti prosesi wisuda berjumlah 49 orang, yang terdiri atas 27 peserta Wisuda 30 Juz bin Nadzar, 14 peserta Wisuda Kelas IX Madrasah Nurul Qur’an, dan 8 peserta Wisuda 30 Juz bil Ghaib yang terdiri dari 6 santri putra dan 2 santri putri. Wisuda ini diselenggarakan tidak hanya sebagai bentuk apresiasi atas capaian para santri, tetapi juga sebagai motivasi bagi seluruh santri agar semakin semangat dalam menghafal, memahami, serta mengamalkan Al-Qur’an.

               Sebagai lembaga yang berfokus pada pendidikan Al-Qur’an, Pondok Pesantren Nurul Qur’an menerapkan metode pembelajaran HQ4T, yaitu Tilawah, Tahfidz, Tafhim, dan Tathbiq. Tilawah menjadi pondasi utama agar santri memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar sebelum memasuki tahap menghafal. Tahfidz merupakan proses menghafal Al-Qur’an yang dipadukan dengan kegiatan menulis hafalan sebagai bekal penyusunan mushaf Al-Qur’an 30 juz setelah menyelesaikan hafalannya. Selanjutnya, pada tahap Tafhim, santri mempelajari dan menuliskan penafsiran ayat menggunakan berbagai referensi kitab tafsir sehingga hafalan yang dimiliki disertai dengan pemahaman makna ayat. Adapun tahap terakhir, yaitu Tathbiq, merupakan proses mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sehingga hafalan tidak berhenti pada lisan, tetapi juga tercermin dalam akhlak dan perilaku.

               Kesuksesan acara ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh asatidz dan santri Pondok Pesantren Nurul Qur’an. Berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari sebelumnya, mulai dari kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan pondok, pemasangan umbul-umbul, pelaksanaan simaan terbuka, gladi bersih, hingga persiapan teknis menjelang hari pelaksanaan. Setelah acara selesai, seluruh santri kembali bergotong royong membersihkan lingkungan pondok sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan pesantren.

               Rangkaian acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan penampilan santri TPA Nurul Qur’an, dilanjutkan pembacaan Maulid Diba’ hingga pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, acara inti wisuda berlangsung hingga pukul 11.30 WIB dengan suasana yang khidmat, tertib, dan penuh kekhusyukan. Selama kegiatan berlangsung, lingkungan pondok tetap terjaga kebersihan, keamanan, dan ketertibannya sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik.

               Dalam sambutannya, Khadim Ma’had Pondok Pesantren Nurul Qur’an menyampaikan bahwa menghafal Al-Qur’an merupakan amal yang sangat mulia. Namun, kemuliaan tersebut akan semakin sempurna apabila setiap hafalan mampu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Senada dengan itu, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Pandanaran mendoakan agar seluruh wisudawan menjadi penghafal Al-Qur’an yang istiqamah, membawa manfaat bagi agama, bangsa, masyarakat, serta keluarganya masing-masing.

               Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Agama menyampaikan informasi mengenai berbagai peluang beasiswa bagi santri yang memiliki kemampuan bahasa Inggris. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh santri Pondok Pesantren Nurul Qur’an untuk terus meningkatkan kompetensi, baik dalam bidang Al-Qur’an maupun ilmu pengetahuan lainnya, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

               Melalui pelaksanaan Wisuda Khatmil Al-Qur’an ke-IX ini, Pondok Pesantren Nurul Qur’an berharap lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam, akhlak yang mulia, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh santri untuk terus bersemangat menapaki jalan sebagai penjaga kalamullah.

Dokumentasi foto lainnya klik di sini

Share the Post:

Related Posts